SMP NEGERI SUKORAMBI - JEMBER
SONGSONG "ADIPURA PROPINSI JAWA TIMUR 2016"
Sabtu, 19 Nopember 2016
Sejarah
Program Adipura telah dilaksanakan setiap tahun sejak 1986, kemudian terhenti pada tahun 1998. Dalam lima tahun pertama, program Adipura difokuskan untuk mendorong kota-kota di Indonesia menjadi "Kota Bersih dan Teduh". Program Adipura kembali dicanangkan di Denpasar, Bali pada tanggal 5 Juni 2002, dan berlanjut hingga sekarang.
Pengertian kota dalam penilaian Adipura bukanlah kota otonom, namun bisa juga bagian dari wilayah kabupaten yang memiliki karakteristik sebagai daerah perkotaan dengan batas-batas wilayah tertentu.
Kategori
Peserta program Adipura dibagi ke dalam 4 kategori berdasarkan jumlah penduduk,
yaitu kategori kota metropolitan (lebih dari 1 juta jiwa),
kota besar (500.001 - 1.000.000 jiwa),
kota sedang (100.001 - 500.000 jiwa),
dan kota kecil (sampai dengan 100.000 jiwa).
Juara
Juara umum untuk kategori metropolitan sejak tahun 2007 adalah sebagai berikut:
1. 2007 Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia Palembang (Adipura Award)
2. 2008 Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia Palembang (Adipura Award)
3. 2009 Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia Palembang (Adipura Award)
4. 2010 Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia Banda Aceh[1] (Adipura Award)
5. 2011 Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia Surabaya dan Palembang (Adipura Award)
6. 2013 Peringkat I Kota Metropolitan: Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan (Adipura Award)Jember (Antara Jatim)
7. Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini berhasil meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) untuk kategori lalu lintas kota sedang.
- Kabupaten Jember
- Kabupaten Jember terakhir kali menerima penghargaan WTN sekitar tahun 1990 dan hadiah tersebut menjadi kado terindah masa pemerintahan Bupati Jember MZA Djalal dan Wakil Bupati Kusen Andalas," tuturnya.Selain Jember, penghargaan WTN juga diterima Kota Surabaya kategori kota raya, Malang kategori kota besar, dan kategori kota sedang adalah Mojokerto, Kabupaten Malang, Blitar, Pasuruan, Kediri, Banyuwangi, dan Jombang,Penghargaan WTN dibagi dua yakni penerima piala dan plakat untuk tiga bidang kategori yakni bidang lalu lintas, bidang transportasi, dan keduanya bidang lalu lintas dan transportasi.SK penghargaan WTN itu baru ditandatangani Menteri Perhubungan pada 14 September 2015, sehingga Piala WTN itu menjadi kabar baik bagi Bupati MZA Djalal yang akan cuti jelang purna tugasnya untuk menunaikan ibadah haji,Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jember Drs.Isman Sutomo, mengaku bangga dengan piala WTN yang didapat Kabupaten Jember karena sudah puluhan tahun tidak mendapatkan penghargaan di bidang lalu lintas tersebut dan beberapa daerah yang pernah mendapatkan penghargaan itu, justru absen mendapatkan penghargaan itu."Alhamdulillah kami bisa meyakinkan dewan juri bahwa Jember layak mendapatkan WTN dan penghargaan itu berkat kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat Jember," katanya.Dengan penghargaan itu, lanjutnya, diharapkan dapat memotivasi masyarakat dan pengguna jalan untuk benar-benar menikmati keindahan kota Jember dan menjadi penyemangat bagi Dishub untuk terus memperbaiki sarana, serta rekayasa transportasi di Jember."Jember juga mendapatkan sejumlah bantuan dari Kemenhub yakni transportasi cepat (Bus Rapid Transport), moda transportasi untuk bandara, stasiun dan terminal serta bus ke tempat wisata," ucap mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jember itu.(*)
- "Kami menerima foto kopi surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 402 tentang penetapan kota/kabupaten dan provinsi penerima penghargaan WTN yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan," kata Kepala Dinas Perhubungan Jember, Isman Sutomo di Jember.
- SMP Negeri Sukorambi - Sekolah Adiwiyata
- SMP Negeri Sukorambi merupakan salah satu SMP negeri yang berada di Kabupaten Jember. Lokasi sekolah ini lebih kurang 4 km arah Barat dari pusat kota dengan panorama gunung Argopuro sebagai latar belakang sekolah ini. Berhawa sejuk serta pucuk pucuk dedaunan bergoyang disetiap pagi serta sejauh mata memandang ke Selatan warna hijau terhampar pemandangan lahan dan sawah terbentang nan indah
Lingkungan yang rindang, kicau burung bersautan selalu akan menyapa disetiap pagi dan inilah yang menjadikan SMP ini mendapatkan sebutan Sekolah Adiwiyata yaitu sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dimana setiap pembelajaran selalu diintegrasikan dengan kondisi lingkungan.
SMP Negeri Sukorambi berdiri sebagai filial dari SMP Negeri 2 Jember. SK Mendikbud RI Nomor 0472/O/1983 pada tanggal 7 Nopember 1983 sekolah ini resmi didirikan. Luas lahan sekolah ini lebih kurang 11.346 m2.
Sekolah ini memiliki sarana dan prasarana yang dibilang cukup memadai dari ruang kantor, kelas, laboratorium IPA, laboratorium komputer, multimedia, perpustakaan, sanggar pramukan, sanggar marching band, aula, parkir, kantin, lapangan basket, lapangan volley bahkan musholla dan yang membuat betah adalah adanya tanaman hias, tanaman keras dan tanaman buah serta kolam pembibitan dan pemeliharaan ikan (gurami, lele dan mas). Sekolah ini memilik Visi "Unggul dalam prestasi, berbudi pekerti luhur dan melestarikan lingkungan hidup" dan Misi "Membimbing anak didik untuk menjunjung tinggi kehormatan, harga diri dan berakhlak mulia. Menempa anak didik dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengembangkan kreatifitas anak didik dalam apresiasi, kreasi budaya dan lingkungan hidup".