Mengenai Saya

Foto saya
Hidup harus punya prinsip, Bisa karena biasa

Selasa, 05 April 2011

TAK INGAT TAK TAHU

Rinduku selalu mengalirkan namamu
Namamu selalu detakkan jantungku
Sulit kubendung naluri itu
Selalu begitu, setiap waktu
Tapi, kau tak ingat dan tak tahu
Dan akhirnya akulah yang terpuruk dalam rasa itu
Rasa yang menggebu sejak dulu, dari masa lalu
Dan kau tak pernah ingat dan tak pernah tahu
Rasa dan asaku padamu terukir begitu jelas di tulang rusukku
Mengalir deras di aliran darahku
Memukul keras membuat lebih cepat detak jantungku
Sedikitpun, kau tak ingat dan tak tahu
Seperti menghitung jutaan bintang di malam hari
Seperti menghitung rinai hujan yang jatuh ke bumi
Seperti menghitung hamparan pasir di pantai ini
Sampai matipun kau tak kan pernah ingat dan tak kan pernah tahu
Bahwa disini ada satu hati yang menunggu, satu jiwa yang terbelenggu

MENANTANG SANG SURYA


dalam dinginnya malam ini kadang kuteringat akan dirimu …
teringat ketika senyummu masih untukku …
yang selalu hadir dalam mimpiku …
yang sampai saat ini masih terbayang dipelupuk mataku …
kau yang dulu kucinta …
dan sampai kapanpun kau selalu kucinta …
kini pergi tinggalkan untukku hanya sisa …
rasa pahit yang selalu terbayang jelas diingatanku …
memang ku tak pernah bisa menyadari …
semua keegoisanku pada diri …
mungkin itu yang membuatmu lelah dan muak …
hingga kau tinggalkanku sendiri …
tak banyak kata lain untukmu lagi …
selain kata “aku masih sayang kamu” …
hanya itu yang masih melekat difikiranku …
tak pernah hilang dalam dekapan waktu yang terluka …
disini dibatas senja kuberdiri …
menantang sang surya tuk tak tenggelam …
supaya ku tak telelap dalam tidur …
supaya ku tak terhanyut dalam lamunan ….

SEMUA TENTANGMU


Di ujung lembayung senja
Lamunan berhenti di bayangmu
Bayang yang selalu menjadi mimpi
Pada hati yang menunggu
Di gelapnya temaram bulan
Khayalanku jatuh di dirimu
Sosok yang terus melekat dalam jiwa
Bersama rindu yang mendera
Di terbitnya sang fajar
Pikiranku masih tentangmu
Pada diri yang tertanam di relung
Yang menjadi paruhan hidup

Senin, 04 April 2011

PERJALAN HIDUP

cakrawala tampil cemerlang
berselendang pelangi
bumbui kemegahan alam

gemuruh ombak berkejaran di pantai
perjuangan yang tiada putus
sempat bangkitkan semangatku
nyalakan nyaliku
dari tidur panjangku

hamparan hijau tergelar
berpagar sungai peluntur kelelahan
berdinding gunung perkasa
tegar menyongsong zaman


panoramanya alam kian gemilang
matapun enggan berlalu
serasa berenang di telaga kedamaian

(ulta, april 5.1965-2011)

AKU MERINDUMU



di malam ini…
tanpa kusadari aku menangis…
mengingatmu dan mengenangmu
sekian lama aku menunggumu…
sekian waktu yang berjalan aku mencarimu
menahan rasa rindu yang ada dihatiku
yang tak biasa ku tolak hati ini
aku merindumu
semakin merindumu
tak kenal lelah
aku mencoba mencarimu
tak kenal waktu
aku mencintaimu
tak kan kenal lelah
aku mencarimu
walau kemanapun bumi berputar
aku tetap merindumu
dimalam ini….

REMBULAN………….


Saya sedang merindu. Ya, merindu seorang gadis yang kini sedang jauh dari sisi saya. Oh, bukan, gadis itu bukan pacar saya dan saya pun tidak berharap dia menjadi pacar saya kelak. Saya hanya merindukannya ………….
Senyumnya, tawanya, hatinya, semuanya. Ada banyak hal dari dirinya yang membuat saya tertarik. Ada banyak kenangan bersamanya yang tidak mudah untuk dilupakan. Dan saya bahagia walaupun hanya bisa mengenalnya dan menjadi sahabatnya …………
Hey, cinta tak harus memiliki kan?
Terkadang mencintai seseorang lebih indah ketika cinta itu tak menjadi milik kita. Bayangkan setiap hal dari dirinya yang bisa membuat kita bahagia, bahkan sepenggal fragmen kecil bersama dirinya akan membuat hari kita jauh lebih berwarna ………..
Setidaknya, tak ada kata “putus” dalam cinta yang tak memiliki kan?
Puisi ini saya berikan untuk seorang gadis tercantik yang ada nun jauh disana, yang selalu mengiringi hari-hari saya dengan tawanya dan senyumnya. Serta mengisi hati saya dengan cinta yang sesungguhnya ……….
“Semoga kamu baik-baik saja disana, tidurlah yang nyenyak untuk malam ini”.