Beberapa hari ini, aku melakukan a new special activity, yaitu menekuni hobi piara ular, katanya sih itu jenis python atau kata orang jadul itu ular sowo atau puspo kajang atau puspo kembang atau gak tahulah yang jelas itu ....... ULAR!!!. Namun ketika aku buka internet ternyata ular itu punya nama keren yaitu ball python dan masih banyak lagi nama dan jenisnya. Tepatnya Senin 13 September 2010 aku dapatkan binatang melata itu dari Pasar hewan di Splindit Malang.
Bagiku ini adalah sebuah tantangan dan sesuatu yang sangat baru, jijik, geli dan menakutkan, sementara aku tidak dilengkapi dengan ilmu kekebalan hanya bonek aja.
Bagiku ini adalah sebuah tantangan dan sesuatu yang sangat baru, jijik, geli dan menakutkan, sementara aku tidak dilengkapi dengan ilmu kekebalan hanya bonek aja.
Sebenarnya sih, piara ular ini gampang - gampang susah dan susah - susah gampang, maksudnya kita memang dituntut sabar, telaten dan sentuhan kasih sayang namun pasti seperti pergerakan ular itu kan gak terburu buru.
Ball python yang aku piara ini santapanya berupa binatang yang kondisinya masih hidup, umumnya yang mudah didapat dengan menu utamanya adalah tikus, anak ayam, kodok atau lainnya, sementara ini yang aku suguhkan adalah tikus putih (tiput). Frekwensi suguhan ini sih gak ada patokan yang pasti, namun kata sellernya suguhan menu ini kurun waktunya once week or once in ten days.
Ketika pertama kali aku lihat caranya dia memangsa ....... oh ....... menyeramkan!!!, dia menyambar sang korban dimana setelah buruan ketangkep dengan gigitanya seketika itu pula membelit dan bertambah singset ketika korbannya meronta, dalam waktu yang tak lama korban lemas bahkan mati, perlahan pula sang eksekutor melepaskan belitannya dan sambil relaksasi dia mengamati korbannya. Sejurus kemudian sambil memulihkan tenaganya dia melahap sang korban dengan cara menelan dari arah kepala korban hingga tanpa meninggalkan bekas .... wooo!!!. Tak berselang lama dia meregangkan rahangnya yang baru saja melar. Kemudian dia minum beberapa teguk air yang telah aku sediakan.
Ketika pertama kali aku lihat caranya dia memangsa ....... oh ....... menyeramkan!!!, dia menyambar sang korban dimana setelah buruan ketangkep dengan gigitanya seketika itu pula membelit dan bertambah singset ketika korbannya meronta, dalam waktu yang tak lama korban lemas bahkan mati, perlahan pula sang eksekutor melepaskan belitannya dan sambil relaksasi dia mengamati korbannya. Sejurus kemudian sambil memulihkan tenaganya dia melahap sang korban dengan cara menelan dari arah kepala korban hingga tanpa meninggalkan bekas .... wooo!!!. Tak berselang lama dia meregangkan rahangnya yang baru saja melar. Kemudian dia minum beberapa teguk air yang telah aku sediakan.
Aku rawat dia dalam sebuah akuarium dan kuberi alas sepotong kain yang sedikit aku basahi dengan air, kubuatkan dia semacang gua untuk persembunyian tak lupa aku sediakan semangkuk air tatkala dia haus. Bila hari kondisi cuacanya mendung / hujan dimana tidak ada sinar matahari maka aku tambahkan lampu sebagai penghangat utamanya pada malam hari. Pada saat tertentu dan bila ada waktu tak jarang kujemur di pagi hari sambil aku belai sebagai tanda kasih sayang, dan kuperlakukan seperti sahabat. Ternyata mengasyikan juga piara binatang buas.